SMADA Post

11 Agustus 2018

Rohis: Global Islamic Competition 2018

 

Sabtu (11/8), Global Islamic Competition (GIC) merupakan lomba cerdas cermat islami yang diadakan ekstrakurikuler Rohani Islam SMAN 2 Depok. Lomba ini termasuk dalam rangkaian Akar 2018 yang pelaksanaannya bersamaan dengan Smartaction dan juga Sensation.

Dilihat dari pelaksanaannya, GIC dilaksanakan dengan baik dan terorganisir. Hal ini merupakan hasil dari kerja keras para panitia GIC. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang persiapan GIC, kami telah mewawancara banyak hal mengenai GIC bersama ketua panitia GIC 2018, Farhan Rabani. Ia menjelaskan bahwa kepanitiaan dalam acara ini telah dibentuk sekitar tanggal 20 Februari 2018. Perencanaan acara ini dimulai dari awal Maret 2018.

Tujuan diselenggarakannya lomba ini adalah untuk meningkatkan ilmu pengetahuan, meningkatkan semangat belajar  dalam mengerjakan tugas di sekolah, mendapatkan pengetahuan baru, serta berbagi ilmu dengan orang lain.

Jumlah peserta yang berpartisipasi dalam GIC pada tahun ini adalah 14 tim, dimana setiap tim berisi 3 orang. Tahun ini terdapat lebih banyak peserta yang mengikuti GIC daripada tahun sebelumnya. Peserta-peserta yang berkompetisi adalah siswa SMA/sederajat yang berada di wilayah Jabodetabek, namun sebagian besar dari Jakarta dan Depok.

GIC mengadakan dua kategori perlombaan, yaitu lomba cerdas cermat dan juga MHQ. MHQ adalah lomba membaca dan menghafal Al-Qur’an. Hal yang dinilai dari perlombaan ini adalah kelancaran membaca Al-Qur’an dan juga kekuatan hafalan peserta. Pada tahap pertama lomba setiap tim dibagi menjadi dua, dengan ketentuan satu orang mengikuti tes MHQ dan dua orang lainnya mengerjakan cerdas cermat di kertas. Lalu, apabila tim tersebut memiliki skor lebih tinggi dari tim lainnya, maka tim tersebut dapat lolos ke tahap kedua, yaitu tahap cerdas cermat rebutan.

Ketika ditanyakan tentang kesan dan pesan terhadap GIC tahun ini, Farhan Rabani mengatakan bahwa GIC tahun ini sudah cukup matang persiapannya dan anggota kepanitian dapat menunjukkan kerja sama yang baik terhadap sesama anggota dan juga orang lain.

“Setiap anggota harus memiliki rasa peduli terhadap sesama sehingga apabila timbul rasa membutuhkan akan terasa bahwa bekerja itu bukan untuk diri sendiri, namun untuk anggota lain, teman-teman dan juga untuk para peserta lomba.” pesannya terhadap seluruh anggota panitia.

Farhan Rabani kemudian melanjutkan, “Harapan saya untuk kepanitian GIC di tahun depan adalah agar para anggota dapat meningkatkan kekompakan dan kerja samanya. Serta koordinasi antar sie harus lebih baik lagi di tahun selanjutnya.”

Secara keseluruhan, acara GIC tahun ini berjalan lancar dan sukses. Demikianlah hasil wawancara kami bersama narasumber, Farhan Rabani selaku ketua panitia GIC 2018.

 

Reporter: Mutiara Cinta Ekaputri (X MIPA 1) & Asyifa Alfiyanti (X MIPA 5)

InfoEkskul
About jurnalis smada

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: